Tuesday, August 29, 2006

Resume Kuliah OB

CHAPTER 1
Pengenalan ttg PERILAKU ORGANISASI
Perilaku Organisasi adl ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam organisasi. OB ini multi disiplin ilmu yg berusaha untuk memahami perilaku individu dan perilaku grup, proses interpersonal dan dinamisnya suatu organisasi.

Interdiscipline body of knowledge
OB merupakan kumpulan antar disiplin ilmu yaitu : ilmu perilaku, psikologi, sosiologi dan antropologi yg terhubung jg dg ilmu ekonomi dan politik.
Tujuan akhir OB adl meningkatkan kualitas kerja secara keseluruhan.

Use of scientific methods
OB menggunakan metode sains untuk mengembangkan dan scr empiris melakukan tes tentang perilaku dal organisasi. Metode riset yang biasanya digunalan :
1. Studi lapangan : dalam kehidupan berorganisasi sesungguhnya
2. Meta analisis :menggunakan perangkat statistik
3. Survey : menggunakan kuesioner dan wawancara pada populasi sampel.
4. Studi Kasus : melihat secara mendalam pd satu situasi
5. Studi laboratorium : melakukan simulasi keadaan

Pemikiran secara scientis sgt penting dlm riset OB krn :
1. Proses pengumpulan data sgt terkontrol dan sistematis.
2. Penjelasan yg didapat sdh melalui pengujian
3. Hanya penjelasan yg sdh teruji scr scientis yg dpt diterima

Trend yg terjadi di t4 kerja saat ini :
1. Komitmen pd perilaku etis. c/ publikasi thdp skandal bisnis ilegal.
2. Pentingnya SDM bg organisasi
3. Kematian dr “ perintah & kontrol” digantikan oleh struktur yg lbh fleksibel & partisipasi dlm bekerja.
4. Menekankan pd kerjasama team
5. Pengeruh dr kemajuan teknologi informasi.
6. Lbh menghormati pd harapan2 tenaga kerja.
7. Perubahan definisi pekerjaan dan karier. Saat ini lbh byk dgn sisitem offshoring dan outsourcing pekerjaan serta semakin banyaknya individu2 yg bekerja sbg kontaktor independen

ORGANIZATIONS as WORK SETTINGS
Organisasi adl sekumpulan orang yg bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Organizational Purpose, Mission and Strategy
Tujuan dasar dr organisasi adl menyediakan produk dan jasa bg customer/ pelanggan.
Misi dari organisasi difokuskan pd tujuan dasar dr organisasi. Misal perusahaan farmasi Merck menyatakan bhw tujuan dasar nya yi menemukan, mengembangkan memproduksi & memasarkan produk inovatif u/ meningkatkan kesehatan manusia & hewan.
Mission statement tsb bertujuan u/ mengkomunikasikan dgn jelas pd karyawan, customer dan pihak lain yg terlibat spy mengetahui ruang lingkup dari produk / jasa perusahaan tsb.
Agar dpt mencapai misi & visinya mk organisasi membutuhkan strategi2. Strategi adl rencana2 berkesinambungan yg menjadi petunjuk bg perusahaan u menjalankan operasinya dlm rangka bersaing dgn kompetitor. Merger, akuisisi, joint venture, aliansi global dan restruturisasi dpt ditemukan dlm bisnis saat ini sbg contoh strategi korporat untuk mencapai dan bertahan dlm kompetisi yang sgt ketat dlm dunia bisnis. Meskipun organisasi memerlukan strategi yg baik tetapi jk hy strategi sj tdk dpt menjamin kesuksesan,performa yg prima dpt dicapai apabila strategi itu dpt diimplementasikan dg baik.

Organizational Environments and Stakeholders
Open systems mengubah input yg berupa SDM & bahan baku mjd produk jadi / jasa yg kmdn dikembalikan ke lingkungan sbg output.
Jk smuanya berjalan dg lancar, customer & klien akan menghargai output perusahaan & terus menciptakan demand/ permintaan akan produk / jasa, suplier akan menganggap organisasi tsb sbg customer dan tetap memasok kebutuhan bahan baku, karyawan akan menghargai kesempatan bekerja yg mereka dptkan dan menjalankan proses transformasi.

RESOURCE INPUTS TRANSFORMATION PROCESS PRODUCT OUTPUTS

Informasi
Bahan baku
Teknologi
Fasilitas
Uang
SDM


Organisasi


Aktivitas kerja





Consumer feedback


Produk jadi & jasa

Stakeholders adl orang2, grup2, institusi yang terpengaruh dan memiliki kepentingan pd performa suatu organisasi. Idealnya suatu organisasi memperhatikan dan memenuhi keinginan smua stake holdernya. Namun pd kenyataannya terjadi benturan kepentingan antara stakeholders, misal : customer ingin harga yg terjangkau dg kualitas produk yg baik, owner peduli pd profit & kembalinya modal, karyawan peduli pd pekerjaan, kelanggengan pekerjaan, dan kondisi bekerja, suplier peduli pd kontrak kerja & pembayaran tepat waktu, masyarakat sekitar peduli pd dukungan dan fasilitas lingkungan dr organisasi.

Organizational Cultures & Diversity
Budaya Organisasi adl kepercayaan dan nilai yg mempengaruhi perilaku dari anggota organisasi.
Workforce diversity melibatkan keberagaman dlm gender, ras & etnis,umur, able-bodiedness & orientasi seksual.

How 2 make diversity stick
• Fokus u/ mendapatkan telenta terbaik
• Mengembangkan rencana karier u/ smua karyawan
• Menyediakan bimbingan karir berdasarkan keberagaman kelompok.
• Memberi dukungan pd kelompok minoritas
• Menjaga kelangsungan tujuan keberagaman
• Memasukkan keberagaman dlm strategi organisasi
• Membangun keberagaman hingga ke manajemen senior.

Organizational Effectiveness
Adl kemampuan u/ menjaga performa yg baik dlm mencapai misi & tujuan.

OB & MANAGEMENT
Manajer membantu orang lain agar dpt menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dg kualitas yg baik, dan memuaskan.

The management process
Manajer yg efektif adl ssorg yg memiliki team yg scr konsisten berusaha mencapai tujuan yg max.
Task performance adl kuantitas & kualitas dr hasil pekerjaan
Job satisfaction adl perasaan positif ttg pekerjaannya dan setting pekerjaan.

4 fungsi manajemen :
• Planning : mendefinisikan tujuan dan menyiapkan cara untuk mencapai tujuan itu.
• Organizing : membentuk struktur & sistem kerja serta mengatur sumbar daya u/ mancapai tujuan.
• Leading : melakukan komunikasi dg bag lain, memotivasi u/ bekerja keras, menjaga hub interpersonal yg baik.
• Controlling : mengawasi apakah semuanya dpt berjalan dg baik dan melakukan koreksi jk memang diperlukan.

Manajerial Role:
1. Interpersonal role : keterlibatannya u/ bekerja dg org lain :
• Figurehead ( mjd tuan rumah / menghadiri acr seremonial)
• Leader ( menciptakan kegairahan dlm bekerja & menyediakan kebutuhan org lain)
• Liaison (menjaga hubungan baik dg orang penting / grup lain)

2. Informational role : saling bertukar informasi dan memprosesnya
• Monitor ( mencari informasi yg relevan)
• Disseminator ( bertukar informasi dg org dlm/ insiders)
• Spokesperson ( berbagi informasi dg org luar/outsiders)

3. Decisional roles: membuat keputusan yang mempengaruhi orang lain
• Entrepreneur ( memecahkan masalah & mencari opportunity)
• Disturbance handler ( membantu u/ menyelesaikan konflik)
• Resource allocator (mangalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan)
• Negotiator (melakukan negosiasi dg pihak lain)

A managerial Mind Set
Adl sikap atau kerangka berpikir ttg manajemen.

5 mind-sets of managers :
• reflective mind-set : dpt mengatur/ memanajemeni dirinya sendiri
• analytic mind-set :mengatur operasi & keputusan manajemen
• worldly mind-set : mengatur dlm konteks global
• collaborative mind-set : menjaga hubungan baik
• action mind-set : mengelola perubahan

Managerial skills & competencies
3 kategori manajerial skill mnrt Robert Katz:
• Technical skills : kemampuan u menyelesaikan tugas khusus. c/ kemampuan memanfaatkan teknologi komunikasi & informasi terbaru.
• Human skills : kemampuan u dpt bekerjasama dg orang lain.
• Emotional Intelligence :kemampuan u/ mengatur emosi diri sendiri & dlm relationship dg orang lain.
• Conceptual skills : kemampuan u/ menganalisa & memecahkan masalah yg kompleks.

Developing your EMOTIONAL INTELLIGENCE :
• Self awareness – kemampuan u dpt mengerti mood & emosinya sendiri
• Self regulation – kemampuan u berfikir dl sblm bertindak dan mengendalikan dorongan yg mengganggu
• Motivation – keinginan u/ bekerja keras & tekun
• Emphaty – kemauan u/ mengerti kondisi emosi orang lain
• Social skill – kemampuan u/ memperoleh keuntungan dr org lain dan membangun hubungan baik dg org lain.

Learning about OB
Learning adl menahan perubahan perilaku yg dihasilkan dr pengalaman.
Organizational learning adl proses mendapatkan pengetahuan & menggunakan informasi u/ dpt adaptasi dr keadaan yg berubah.

Learning experience
Initial experience:
• Pengalaman pribadi
• Ruang kelas sbg organisasi
• Simulasi/ latihan dlm kelas
• Project kelompok
• Kasus

Reflection :
• Pemikiran pribadi
• Diskusi kelas
• Diskusi informal
• Readings
• Lectures
• Tugas tertulis

Theory Building :
• Theories ini readings
• Theories from lectures
• Personal theories
• Theories from other sources

Experimentation :
Trying new behaviors in work, class & everyday experiences.

OB → membantu orang u/ bekerjasama → u/ meningkatkan performa organisasi























CHAPTER 2
OB across CULTURES

Organisasi saat ini membutuhkan manager2 yg berwawasan global dan memiliki sensitivitas thd budaya. Manager ini hrs tahu bgmn menghadapi orang dr negara & budaya yg berbeda. Mereka jg hrs memiliki rasa ingin tahu & kemauan u/ blajar dg cepat pd praktisi manajemen dr sluruh dunia.

Global Context of OB
Kunci sukses u/ memanajemeni OB lintas budaya :
• Kemampuan u/ mengenali,
• Kemampuan u/ mengerti,
• Kemampuan u/ menghargai perbedaan & nilai global yg beragam

Multicultural workforces terdiri a/ pekerja dr beragam etnis & kwarganegaraan.

Regional Economic Alliances
Salah satu dampak globalisasi adl pentingnya membentuk aliansi kawasan ekonomi.
The European Union (EU) melaju dg agenda politik, ekonomi dan kebijakan moneter di antara anggotanya. Adanya kesepakatan u/ menghilangkan kontrol perbatasan, menyeragamkan standarisasi produk, kebijakan pemerintah yang terbuka, dan menyamakan aturan finansial, smuanya demi membawa keuntungan bg negara anggota EU.
The North American Free Trade (NAFTA) menghubungkan ekonomi dan pangsa pasar dari Canada, US dan Mexico dalam perdagangan bebas.

Global Outsourcing & Offshoring
Outsourcing adl menyerahkan pekerjaan u/ diselesaikan o/ pihak lain dg nilai ttt & batasan wkt.
Offshoring adl menyerahkan pekerjaan u/ diselesaikan pihak lain yg berada di luar negeri.
Job Migration adl pindahnya lapangan kerja dr suatu negeri ke negeri lain.

Global Managers
Adl seorang manager yg dpt mengatur bisnis dr berbagai negara, mudah beradaptasi dan menguasai beberapa bahasa.
Manager global :
• Berpikir dg sudut pandang global
• Mengapresiasi beragamnya keyakinan, nilai, perilaku dan practices
• Mampu u/ mrumuskan strategi dlm konteks global.

Sifat manager global:
• Beradaptasi dg baik pd lingkungan bisnis yg berbeda beda
• Menghargai perbedaan keyakinan, nilai, dan tatacara
• Mampu berkomunikasi dg baik ketika berhadapan dg orang2 dr budaya yg berbeda
• Menguasai lebih dari 1 bahasa
• Memahami perbedaan sistem pemerintahan dan politik
• Memiliki rasa hormat dan minat ketika berhadapan dg orang lain
• Menguasai dan ahli dlm pekerjaannya

Cultures & Cross Cultural Understanding
Budaya adl cara berpikir dan bertindak yang dipelajari & diwariskan di antara sekelompok orang atau masyarakat.
Cultural intelligence adl kemampuan u/ mengenali, mengerti dan bertindak dg sensitif dan secara efektif pada situasi lintas budaya.

Popular Dimensions of Culture
BAHASA, hal yang plg mencolok dr budaya adl perbedaan bahasa.
Edward T Hall mengemukakan adanya perbedaan dlm penggunaan bhs pd kultur yg berbeda :
• Low Context Culture , isi pesan sangat explisit tersirat pd kalimat.
• High Context Culture, isi pesan tdk tersirat langsung tetapi bth interpretasi lagi .

ORIENTASI WAKTU,
Pd POLYCHRONIC CULTURE orang cenderung u/ melakukan byk hal pd wkt yg bersamaan.
Pd MONOCHRONIC CULTURE orang cenderung u/ melakukan satu hal pd saat itu.

PENGGUNAAN RUANG
Proxemics ilmu yg mempelajari bgmn orang menggunakan ruang u/ berkomunikasi. Ruang pribadi dpt digambarkan sbg “gelembung” yg mengelilingi kita, & ukurannya bervariasi dr satu budaya ke budaya lain.Ketika seseorang berkomunikasi dg kita pd jarak yg cukup dekat akan membuat kita mjd tdk nyaman. Namun bila komunikasi itu dilakukan dlm kondisi berjauhan tentu akan menyulitkan.

RELIGION
Pengaruh dari agama dapat terlihat pd ritual, hari raya, dan makanan apa saja yg dpt dimakan. Nilai etis & moral biasanya berakar pd keyakinan agama.

Values & National Cultures
Hofstede’s dimensions of national culture:
1. Power Distance adl kemauan budaya u menerima status & kekuatan perbedaan diantara anggotanya. Indonesia→ high power distance, Sweden→low power distance
2. Uncertainty Avoidance adl kecendrungan budaya u/ mrasa tdk nyaman dg resiko dan ambiguitas dlm kehidupan sehari hari.
3. Individualism-Collectivism adl kecendrungan orang dr suatu budaya u menekan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok.
4. Masculinity-Feminity adl kecendrungan budaya u/ menghargai sifat maskulin atau feminin.
5. Longterm/ short term Orientation adl kecendrungan budaya u/ menekankan pd berpikir jangka pendek atau jangka panjang.
Ketika menggunakan 5 dimensi Hofstede , hrs diingat bhw ke5nya berkesinambungan tdk berdiri sendiri.

Understanding Cultural Differences
Agar dpt bekerjasama dg org yg berbeda budaya kita hrs memahami budaya kita sendiri, hal ini akan menghindarkan kita dr 2 masalah yg sering timbul dlm hub internasional, yaitu :
 Parochialism, berasumsi bhw dlm mengerjakan sesuatu hy dpt dikerjakan dgn cara spt diajarkan budaya kita.
 Ethnocentrism, berasumsi bhw dlm mengerjakan sesuatu paling baik dg cara spt diajarkan budaya kita.

Trompenaars mengidentifikasi 5 perbedaan budaya ttg bgmn orang mengatasi hubungannya dg orang lain :
1. Universalism vs particularism, menekankan pd aturan & konsistensi atau pd hubungan & flexibilitas.
2. Individualism vs collectivism, menekankan pd kebebasan individu & tanggung jwb atau pd kepentingan kelompok & konsensus.
3. Neutral vs affective, menekankan pd objektifitas & tdk memihak atau pd emosi & perasaan.
4. Specific vs diffuse, menekankan pd keterlibatan yg fokus atau keterlibatan dg semua pihak
5. Achievement vs ascription, menekankan pd performa dan status yg didapat atau status asal.

Cultural Diversity & People @ work
Multinational employers
Multinational corporation (MNC) adl badan usaha yang beroperasi internasional di lebih dari satu negara.
Global Company mnrt Jeffrey Immelt :
• A global sales company yang mana Customernya ada di seluruh dunia
• A global products company yang mana menggunakan teknologi dan memiliki pabrik2 u/ menghasilkan produk di seluruh dunia.
• A global people company yang menggunakan brainpower dari seluruh dunia.

Tdk dpt disangsikan bhw MNC membawa keuntungan & kontroversi bg negara t4 mereka beroperasi.
Keuntungan : berkembangnya industri, mengurangi angka pengangguran, meningkatnya nilai tukar mata uang asing.
Kerugian : kesejahteraan sdm lokal tidak sama dg sdm asing, polusi, limbah, kerusakan lingkungan.

Multicultural Workforces & Expatriates
Hal2 yg diperlukan u berhadapan dg multicultural workforce:
• Gaya kepemimpinan
• Motivasi
• Pengambilan keputusan
• Perencanaan
• Organizing
• Leading
• Controling yg bervariasi dr negara satu ke negara lain.

Domestic multiculturalism adl keberagaman budaya dalam satu populasi.

Expatriate adl orang yg bekerja & tinggal di luar negeri u/ wkt yg lama. Biaya yg dikeluarkan bg expatriate bisa sangat mahal. Expatriate akan dg hati2 dipilih yg memiliki sensitivitas dan skill, diberi training & orientasi ttg budaya t4 mereka akan bekerja, mensupport mereka scr aktif saat berada di negara asing, memberi perhatian extra pd kebutuhan keluarga expatriate, memberi perhatian pnuh saat merelokasi expatriate & kel saat kembali ke negara asal.
Biasanya expatriate akan menghadapi kendala besar pd saat msk ke kultur asing & pd saat kembali ke negara asal.
Expatriate melewati 3 fase saat menyesuaikan diri dg negara t4 ai bekerja :
• Tahapan sbg turis, expatriate menikmati pengetahuan barunya ttg kultur baru.
• Disilusionment stage, mulai menghadapi kesulitan
• Culture shock. Timbul kebimbangan, kehilangan orientasi dan frustasi ttg kultur lokal dan kehidupan di lingkungan asing. Jk culture shock ini dpt dihadapi dg baik mk expatriate akan mrasa lbh baik, dan dpt hdp dg normal.
Proses kembalinya expatriate & keluarga ke negara asal jg akan menghadapi kendala, krn kondisi negara asal sdh berubah begitupula expatriate & kel jg mengalami perubahan.

Ethical Behavior Across Cultures
Sweatshops merujuk pd organisasi yg memaksa pekerja u/ bekerja pd kondisi yg tdk nyaman, misal: wkt kerja yg lama, kondisi kerja yg tdk aman, menggunakan pekerja anak.

Cultural Relativism, perilaku etis ditentukan o/ konteks kultural set4. Nilai dan tata cara setempat menentukan apa yg dianggap benar & salah.
Ethical Absolutism, beranggapan bhw satu standar moral dpt diterapkan pd semua kultur. Nilai2 universal digunakan u/ menentukan mana yg benar & mana yg salah.

A Global View of Organizational Learning
Global organizational learning adl kemampuan u/ mengumpulkan pengetahuan dr seluruh dunia yg diperlukan u/ adaptasi organisasi dlm jangka pjg.

Are Management Theories Universal ?
Menurut Hofsteede jawabannya “TIDAK”, kultur dapat mempengaruhi perkembangan teori/ konsep dan aplikasinya.


Pengaruh Confucian values thd Kultur Jepang :
• Harmoni – bekerjasama dg baik dlm grup, menempatkan grup di atas kepentingan pribadi.
• Hirarki – menghargai hirarki dlm organisasi sbg sst yg natural, dpt menerima otoritas, tdk menantang pd atasan.
• Benevolence - mau membantu, berperilaku yg baik dan saling memahami, bersedia membantu dan mengajari bawahan.
• Loyalty – setia pd organisasi & supervisor, dedikasi pd pekerjaan, bersyukur akan pekerjaan yg ada & a/ kebaikan atasan.
• Learning – menyenangi belajar, slalu menambah pengetahuan baru, berusaha u/ dpt mengerjakan bidang keahlian baru, berjuang u/ dpt jd menampilkan performa terbaik.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home